Menjaga Stamina Saat Puasa

Menjelang bulan puasa memang sebaiknya kita memahami hal – hal yang berkaitan dengan gizi, dan harus tetap terjaga ketika kita berpuasa. Untuk itu saya berbincang -bincang dan berkonsultasi dengan para ahli gizi di lingkungan saya. Pada prinsipnya stamina harus tetap terjaga dengan makan tiga kali sehari, hanya waktunya yang digeser katika bulan puasa.
Pada waktu Sahur, sebaiknya kita mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Sayur yang baik adalah yang dimasak jangan sampai terlalu layu, misalnya dengan cara menumis atau disetup. Hal ini untuk menjaga kandungan air sayur tersebut. Sehingga dapat mempertahankan kesegaran tubuh kita.
Buah – buahan harus dikonsumsi untuk kebutuhan vitamin dan kandungan airnya juga. Vitamin sebaiknya di minum ketika bersahur. Mengkonsumsi madu asli ketika Sahur sangat bermanfaat karena madu asli di metabolisme lambat oleh tubuh sehingga tenaga tetap terjaga.
Saat berbuka puasa tidak boleh terlalu berlebihan. Yang baik didahului dengan yang manis seperti kurma, teh manis agak hangat, snack atau kolak. Tidak boleh berbuka awal dengan es, karena lambung dalam keadaaan panas, jika diberi suhu yang ekstrem bisa mengakibatkan energi tubuh terserap di lambung sehingga tubuh mudah lemas. Setelah sholat (± 15 menit kemudian) barulah kita berbuka dengan makanan yang tidak terlalu berat dan berlebihan (seperti lontong mie, lontong sayur, dan lain-lain).
Berbuka berlebihan justru membuat tubuh kita lemas. Pada waktu malam (setelah tarawih) kita boleh makan secukupnya dengan menu komplit, jangan lupa mengkonsumsi buah – buahan.

Iklan

Komentar ditutup.