Rahasia Shalat Tahajud

RAHASIA SHALAT TAHAJUD – Mohonlah pertolongan, ampunan menyerahkan diri kita yg lemah dalam benaman sujud disepertiga malam. Sebutlah nama-Nya rasakan keteduhan dan ketidak berdayaan kita dalam kemegahan kekuasaan-Nya. Disepertiga malam dipenghujung malam Ramadhan, pintu rahmat meliputi kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang menyambut panggilan-Nya. Mohonlah petunjuk dan bimbingan-Nya agar Allah menyertai dalam setiap langkah kehidupan kita.

Teriring sholawat, dengan lisan terucap hati fikiran mengenang Nabi Muhammad SAW guru semua Umat Islam yang mengenal Tahajud. Iringkan benak mengingat jasanya. Ibadahnya sebagai panutan uswah bagi sekalian hamba Allah yang ingin beribadah terbaik.

Kaki Rasulullah Saw bengkak dalam Tahajud, demi rasa Syukur tak terhingga, syukur atas nikmat yang tidak terbatas hitungan, inilah yang namanya ketahu dirian seorang manusia yang lemah, dan tahu berterima kasih.

Ayat pertama turun, dan beliau diangkat sebagai Rasulullah SAW, tak lama kemudian disusul turunnya Surah Al Muzammil dan Al Mudatsir sebagai kewajiban Nabi Muhammad Saw untuk bertahajud, demi menguatkan jiwa membangun kedekatannya kepada sang pencipta, bertahajud menguatkan cinta, kecintaan yang mendalam akan Agama-Nya, keredhoan-Nya, yang mana tidak sekedar ucapan lisan belaka, namun kekuatan cinta dalam jiwa demi menyampaikan Risalah-Nya kepada umat manusia. Dengan kalimah yang berat. Kalimah Al Haq.

Tahajud sarana manusia agar memiliki kedekatan hati dan jiwa terhadap Allah dan Rasul-Nya, maka jadilah ia menjadi sebuah kebutuhan, butuh tahajud. Apalagi dibulan yang mulia ini, maka ia akan menyambut dengan penuh suka cita, Jiwanya sangat memerlukan kekuatan agar berlaku lurus, lurus itu berat karena patokannya Para Nabi dan shahabatnya, beserta wali-Nya, mereka memiliki cinta, cinta yang tidak padam dan cinta yang mendalam.

Cinta yang dibangun atas rasa Syukur yang mendalam, atas karunia Allah SWT yang memberinya kehidupan, dan hamba yg bersyukur akan mempersembahkan kehidupannya agar sesuai dengan perintah Allah dan Rosul-Nya. Hanya Al Quran dan Sunnah.

Rasulullah SAW bersabda, Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Malik 1395)

Allah dalam firman-Nya:
… tetapi setan (Iblis) menjadikan umat-umat itu memandang baik perbutan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka adzab yang sangat pedih. (QS. An-Nahl 16:63)

Allah SWT Berfirman : Sesungguhnya APA SAJA yang mereka SERU, SELAIN dari Allah, itulah Al-Bathil kebatilan, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. Al-Hajj [22] : 62)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Iklan

Komentar ditutup.