Tingkat Keimanan Dalam Ramadhan

TINGKAT KEIMANAN DALAM RAMADHAN – Tanpa Iman amalan bakalan sia-sia, Iman pula yg membuat Muslim gak kekal di neraka, malaikat mengangkat mereka dari neraka berdasarkan iman yg dipunyain dari masing2 hamba Allah. Iman ini yg dibuat memanggil ibadah Ramadhan ( Hai Orang2 beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa..Dst) Iman itu ada yg sebiji atom, hingga segunung, ini nanti diyaumil akhir bakal keliatan ketika manusia menyeberang jembatan siroth, dimana iman yg besar digambarkan dengan cahaya, ia bakal melesat cepat melewati jembatan siroth hingga ke Syurga. Dan iman yg kecil ada yang tertatih2, merangkak melewati Siroth, ada yang kejebur dalam api neraka, untuk dihilangkan dosanya dulu.

Nah yg parah yang Allah nilai gak ada iman, ada yang gak sadar dikirain ada iman dalam dirinya, tapi gak diakuin, Na’udzubillah Min Dzalik. Ini eranya ujian iman yg banyak, ketika orang diuji ekonomi ia lari ke perdukunan, menyembah jin, dan pembatal-pembatal iman yg Insya Allah akan ada babnya, doain.

Pilihan kita gimana agar iman itu kuat adalah dalam Ramadhan ini, keimanan yg dituntut. Perhatikan dah, Puasa itu ialah ibadah yg kagak bisa dideteksi, diketahui oleh orang lain, jadi keikhlasan terlindungi, dan menjauhkan diri dari sifat riya. Faktor apa yg menjalani ini selain faktor iman kita ?. Sebulan lamanya akan membuat iman kuat, jadi Ramadhan membuat iman kita untuk menjadi besar dan kuat bagi yg menghayati ibadah Ramadhan.

Allah dorong dengan pahala berlimpah, balasan yang buanyak, untuk mengasah iman kita menjadi hebat. Bagi yg memilih loyo, ya bakal loyo terus, lalu hikmah lain dimana dianjurkan kita perbanyak membaca Al Qur’an agar kita hujamkan ayat-ayat-Nya dalam hati, agar diyakini dan diamalin dengan maksimal. Gak dianggap angin lalu, apalagi sampe meremehkan, itu kerugian bakal kediri kita sendiri.

Tingkat Iman adalah tingkat keyakinan, tingkat komitmen, dan tingkat persembahan terbaik kepada Allah, semisal infaknya Abu Bakar Shiddiq seluruh harta dalam perang tabuk, karena bukti keimanannya yg melebihi orang lain. Para Nabi dan Rosul memiliki Iman yang paling besar diantara manusia, hidup mereka penuh ngurusin agama Allah, memperbaiki manusia agar gak salah jalan dengan seruan Risalan-Nya, posisi mereka ditempati pengikutnya, umatnya merekalah para Shahabat, ulama, wali Allah, yang sama jalannya, dimana kehidupannya mengurus Agama Allah, beda sama kebanyakan manusia biasa yg urusannya kebanyakan mikir diri sendiri, perutnya, inilah gambaran perbedaan tingkat-tingkat keimanan bisa dilihat dari kecenderungan kehidupannya.

Syurga ada banyak tingkat, tingkat yang lebih tinggi kelak bagai terlihat seperti bintang oleh level yg dibawahnya. Ketinggian Syurga Allah adalah ketinggian iman, iman yang kuat, maka sipemilik iman akan jelas kelihatan semakin taat, dan semakin bergegas, bersegera beramal Shaleh. Keyakinannya tinggi, hatinya mudah tergetar oleh lantunan ayat suci, cintanya sangat kuat kepada Allah dan Rosul-Nya, mereka yg meraih perjuangan mencari redho Allah, menginginkan level yang tinggi, Allah bukain jalan-Nya.

Ibadah-ibadah dalam agama, adalah batre mengecash iman, dan yg kudu diperhatiin ialah hasil-hasil ibadah itu sendiri, para Shahabat Nabi beserta pengikutnya yang mengiringi langkah perjuangan Nabi menegakkan Risalah. Kejujuran, keberanian, kedermawanan bermurah hati, kesholehan memenuhi perilaku kehidupan mereka sehari-hari. Itulah pertanda Ibadahnya sukses didunia, dan Insya Allah diakhirat. Ibadah harus terlihat dampaknya, seperti ibadah Shalat yg membuat pelakunya tercegah dari perbuatan keji dan munkar, dan mencegah perilaku keji dan munkar.

Disinilah waktunya kita mulai meresapi nilai-nilai ibadah kita, harus diiringi dengan ilmu bagaimana Para Nabi dan pengikutnya ngamalin Islam, dengan pemahaman dan hikmah agar penghayatan ibadah lebih sempurna, memperhatikan makna takbir, makna ruku dan sujud, agar bulan Ramadhan ini berdampak dalam kehidupan sehari-hari, membina diri, keluarga dan lingkungan. Semakin kuat iman maka semakin jauh dari tergoda dalam kehidupan, semakin ikhlas, semakin besar pengorbanannya, keyakinannya, menjadi orang yang bercahaya menerangi dirinya dan orang lain, sehingga tidak merugikan bahkan bermanfaat bagi lingkungannya, yaitu manfaat yang mengarahkan dalam redho Allah SWT.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Komentar ditutup.